pada tanggal 6 pd purnama keempat, berkatalaa sang penghulu pada sekelompok jelatanya...
tuan hamba ibarat tuah 5 bersaudara
sentiasa bersama ke mana sahaja
sentiasa tuan hamba berlima dlm kesepakatan
namun rakyatku,bergaullah dengan warga negeri IPG yg lain
usah lah tuan hamba berlima bersahabat dikalangan perkampungan LIPI shj
contohilah daku si penghulu juga para pembantunya...
maka terdiamlah si lima bersaudara
apakah khilaf bg sang saudara berlima sentiasa bersama?
termenung dan terfikir laa akan para saudara berlima
pada tanggal 8 purnama keempat
maka berjalanlah salah seorang dari saudara berlima
menuju ke kedai mencari juadah utk dirinye dan geng bersaudara
terjumpalah dirinye dgn rakan sekampung LIPI
bertegur sapalah akan mereka dgn si bersaudara yang seorang.
habislah akan sekalian perkampungan LIPI akan pengajian pagi
maka mehujulah mereka pulang ke teratak masing2
maka terjadilah lg, berjalan bersendirian seorang yg bersaudara
menuju pulang ke teratak
maka terjumpalah lg si saudara yg berseorangan akan rakan sekampung
maka bertegur sapa lah lg sekalian rakan
maka bertanyalah mereka akan si bersaudara yg berseorangan
akan apakah perkabarannye,
mengapa si bersaudara hanya berseorangan
kemana pergi sekalian saudara persepakatan?
tersenyumlaah si bersaudara yg bersendirian
dikatakan lah si bersaudara akn penjelasannya
tiada puasnya di hati rakan sekampung
x mungkin dan munasabah katanye
pasti ada musibah menimpa
ditokok tambah lg si rakan sekampung
bangkai klu disorok akn pasti terbongkar juga busuknye
terkedu laa si bersaudara yg berseorangan...
maka bermuhasabah laaa akan si bersaudara yg bersendirian
apakah masalah atau musibahnye?
sentiasa bersama jua tidak dipersetujui umum
bila tidak selalu bersama
dikatakan bersengketa antara saudara
beratlah kepala si bersaudara yg bersendirian memikirkannye
selepas panjang muhasabah akan dirinye
berkeputusanlah si bersaudara yg seorang
biarlah apa yg dibicara rakan LIPI sekampung
persaudaraan berlima tetap utuh
moga diberkati Allah
buat rakan sekampung
utuh kami lima bersaudara
tiadalah khilafnya
tiadalah maksud kami lima bersaudara tidak bersahabt dgn ahli dari kampung yg lain
bersahabatlah jua kami dengan warga perkampungan LISN dan LIMT
duduk berpenglipulara di kamar2 di teratak buruk
bersahabat juga kami dengan warga kampung mereka spt sekaliannye dr kaum adam
usahlaa diri2 tuan hamba menilai dr mata luaran
melihat hanya kpd bersepakatan kami di dlm perkampungan LIPI
kami lima bersaudara hanya makhluk tuhan seperti sekalian diri2 tuan hamba sekalian adanya...
setiap detik mengutuk,mengomen dan menghentam akan diri kalian semua atas diri lima bersaudara, cerminlah diri2 sekalian diri.moga sentiasa diberkati adanya....